azhar.muttaqin's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Cerita Inspirasi ke-2

 

Nama     : Azhar Muttaqin

NRP        : C54100020

Laskar   : 3

Inspirasi Hidupku

Awalnya ketika saya masih berada di SMA kelas 11, saya bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Siti Ardiyanti Sholeha biasa dipanggil Siti. Saya sekelas dengannya di kelas 11 Ipa 3. Awalnya kita hanya berteman biasa saja, tapi lama-kelamaan semua itu berubah.

Satu bulan pun belalu, saya sangat dekat dengan dia, bisa dikatakan seperti sahabat. Dengan demikian saya bisa kenal karakter dia dan dekat dengan keluarganya.

Yang saya banggain dari Siti adalah sikap kepemimpinanya dalam mengikuti organisasi di sekolah terutama OSIS. Walau dia sedikit cengeng, tapi dia sangat bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.

Tidak hanya itu, dia juga memiliki sikap yang tegar. Telah 8 bulan dia di tinggal oleh ayahnya untuk selamanya, tapi dia tetap semangat dalam menjalani hidupnya. Oleh karena itu juga saya nyaman berteman dengannya.

Saya banyak belajar bergaul dengan orang dari dia. Di bandingkan di kelas 10, saya lebih banyak mendapat teman di kelas 11 ini. Saya sangat merasakan perubahan dalam diri saya tertuama masalah public speaking, awalnya saya kurang berani, bisa di katakana malu untuk berbicara di depan orang banyak. Tetapi setelah lama saya belajar dari hidupnya, saya sedikit demi sedikit berani untuk berbicara di depan umum.

Satu lagi yang bisa di jadikan sebagai inspirasi hidup saya ialah tidak pernah putus asa dan tidak ingin memberatkan orang tuanya. Pada waktu itu kita sudah di akhir kelas 12, dia banyak mengikuti ujian-ujian untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dari mulai mengikuti tes di UNDIP, UM UNJ, SNMPTN,tes AKPOL dan PENMABA UNJ. Akan tetapi dari sekian tes yang dia ikuti dia tidak lolos satu pun dan itu membuat saya sangat sedih dan prihatin terhadapnya. Sebagai teman dekatnya, saya selalu member support. Dan yang tidak di sangka-sangka dia sangat tegar menerima ini semua dan tidak mau putus asa. Dengan semangat dia yang keras, ia berusaha untuk tidak mengecewakannya, dia pun mencari kerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Betapa besar perjuangan dia dalam hidup ini, sementara saya yang belum bisa mencari uang malah hanya bisa menghabiskannya dan belum tahu kapan bisa menggantinya.

Dari sikap-sikap dan perjuangan yang Siti telah lalui ini, saya banyak mengambil manfaat dan menjadikannya sebagai inspirasi hidup serta semangat dalam menjalani hidup saya. Saya mengucapkan banyak makasih untuk Siti yang merupakan salah satu orang yang berpengaruh dalam hidup saya setelah orang tua.

 

Cerita Inspirasi

 

Nama   : Azhar Muttaqin

NRP      : C54100020

Laskar : 3

Lima Filosofi Pensil

Pada suatu hari di sebuah kamar terdapat kakak beradik yang sangat akrab. Mereka sangat mengenal karakter satu sama lain. Rini sebagai kakak dan Rani sebagai adik.

Ketika Rini sedang menulis, Rani bertanya, “ Kakak sedang menulis apa? “. Rini menjawab, “ Sebenarnya kakak sedang menulis tentang adek, namun yang lebih penting adalah sebatang pensil ini, kakak ingin adek bisa seperti pensil ini kelak sudah besar nanti.”

Kenapa demikian ? sepertinya tidak ada bedanya dengan pensil yang lain!”, jawab Rani dengan bingung.

Rini tersenyum dengan bijak,” Itu semua tergantung adek melihat pensil ini, Sebanarnya ada lima filosofi yang terdapaat pada pensil yang bisa membuatmu tenang dalam menjalani hidup.

Apakah kakak bisa menjelaskan lebih detail padaku ?”, pinta Rani dengan penasaran.

Dengan senang hati Rani menjawab,”Oh tentu saja dek.

“Filosofi pertama yaitu pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya“.

Filosofi yang kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik“.

Filosofi yang ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

Filosofi yang keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu“.

Dan filosofi yang terakhir adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan“.

Nah dek, apakah adek mengerti apa yang kaka sudah jelaskan?” tanya Rini.

Mengerti kak, Adek bangga punya kakak yang hebat dan bijak sepertimu.”

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat dan inspirasi dalam kehidupan.

 

Week End……..

 

Pngen bngd balik k bekasi…